Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mandzumah Al-Laamiyyah dan Terjemahnya
MAJELISILMU.COM – Mandzhumah Laamiyah ini terdiri atas 16 bait yang berisi tentang pelajaran ‘aqidah (Ilmu Tauhid).
Di kalangan ahlussunnah wal jama’ah, mandzhumah laamiyah ini masyhur dinisbatkan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, karena isi dalam bait mandzhumah menerangkan keyakinan dan jalan yang dianut oleh beliau dalam hal aqidah.
Isi dalam mandzhumah menyebutkan beberapa permasalahan mendasar, yaitu:
- Tentang pandangan terhadap para sahabat2 Nabi ﷺ ;
- Tentang kerabat Rasululloh (Termasuk para istri Nabi ﷺ yang mulia);
- Tentang Tawasul (dengan amal shalih);
- Tentang al Qur’an;
- Sifat kalam (sifat berkata bagi Alloh Ta’ala);
- Sikap pada Ayat-ayat sifat (Tetapkan sebagaimana datangnya);
- Masalah Ru’yah;
- Sifat nuzul (sifat turun bagi Alloh Ta’ala);
- Tentang adanya haudh (telaga);
- Tentang Mizan (Timbangan amal);
- Tentang shiroth;
- Tentang Neraka;
- Tentang Surga;
- Masalah Fitnah kubur;
- Tentang samanya aqidah Imam yang empat (Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam As Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal).
Berikut ini Mandzumah Al-Laamiyah dalam bidang ‘Aqidah karya Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah (المنظومة اللامية شيخ الإسلام) dan Terjemahnya
يا سَائِلي عَنْ مَذْهَبِي وعَقيدَتِي # رُزِقَ الهُدى مَنْ لِلْهِدايةِ يَسْأَل
Artinya:
Wahai orang yang bertanya tentang madzhab dan aqidahku, (semoga) diberi anugrah petunjuk orang yang bertanya tentang hidayah (bait 1)
اسمَعْ كَلامَ مُحَقِّقٍ في قَـولـِه # لا يَنْـثَني عَنـهُ ولا يَتَبَـدَّل
Artinya:
Dengarkanlah pembicaraan ahli tahqiq di dalam perkataannya, dimana Ia tidak pernah mundur dan berubah daripada perkataannya. (bait 2)
حُبُّ الصَّحابَةِ كُلهمْ لي مَذْهَبٌ # وَمَوَدَّةُ القُرْبى بِها أَتَوَسّــل
Artinya:
Mencintai sahabat seluruhnya merupakan madzhabku, dan memberikan loyalitas kecintaan kepada kerabat nabi dengan itu aku mendekatkan diri kepada Allah. (bait 3)
وَلِكُلِّهِمْ قَـدْرٌ علا وَفَضْائلٌ # لكِنَّما الصِّديقُ مِنْهُمْ أَفْضَـل
Artinya:
Dan setiap mereka memiliki kedudukan dan keutamaan yang sangat terang, tetapi Abu Bakr As-siddiq yang paling utama diantara mereka. (bait 4)
وأقول في القُرآنِ ما جاءَتْ بِـهً # آياتُـهُ فَهوَ الكريـمُ المُنْـزَلُ
Artinya:
Dan aku menetapkan tentang Al-Qur’an, seluruh yang ayat-ayat datang dengannya, maka ialah Al-Qur’an Mulia yang diturunkan. (bait 5)
وأقول قال الله جل جلا له # والمصطفى الهادي ولا أتأول
Artinya:
Aku katakan : Allah Jalla jalaluhu berfirman, dan aku katakan : Al-Musthofa yang memberikan petunjuk bersabda, dan aku tidak mentawilnya. (bait 6)
وجميعُ آياتِ الصِّفاتِ أُمِرُّهـا # حَقـاً كما نَقَـلَ الطِّرازُ الأَوَّلُ
Artinya:
Dan seluruh ayat-ayat (yang menerangkan) sifat (Allah), aku membiarkannya (dengan menyucikan Allah dari apa-apa yang tidak layak dengan-Nya, dan menetapkan maknanya).
Dengan sebenar-benarnya (baca : hakikatnya) sebagaimana yang dnukil oleh generasi yang pertama (yaitu para ulama, salafush sholih). (bait 7)
وأَرُدُّ عُهدتَـهـا إلى نُقَّالِهـا # وأصونُها عـن كُلِّ ما يُتَخَيَّلُ
Artinya:
Dan aku kembalikan pertanggungjawabanya kepada para perawi (yang menukil)nya. Dan aku menjaga sifat-sifat tersebut dari setiap khayalan. (bait 8)
قُبْحاً لِمَنْ نَبَذَ القران وراءَهُ # وإذا اسْتَدَلَّ يقولُ قالَ الأخطَلُ
Artinya:
Kejelekanlah bagi orang-orang yang membuang Al-Kitab dibelakangnya. Jika dia berdalil maka dia berkata : Telah berkata si Akhthol. (bait 9)
والمؤمنون يَـرَوْنَ حقـاً ربَّهُمْ # وإلى السَّمـاءِ بِغَيْرِ كَيْفٍ يَنْزِلُ
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman sungguh benar-benar akan melihat Rabb mereka. Dan Allah turun ke langit dengan tidak dibagimanakan. (bait 10)
وأُقِر بالميـزانِ والحَوضِ الذي # أَرجـو بأنِّي مِنْـهُ رَيّاً أَنْهَـلُ
Artinya:
Dan aku menetapkan timbangan dan telaga yang aku berharap supaya aku minum darinya dalam keadaan sepuas-puasnya. (bait 11)
وكذا الصِّراطُ يُمَدُّ فوقَ جَهَنَّمٍ # فَمُسلم نَـاجٍ وآخَـرَ مُهْمـلُ
Artinya:
Demikian pula aku menetapkan adanya shirot (jembatan) yang dibentangkan di atas Jahannam. Maka ahli tauhid akan selamat dan yang lainnya akan terjatuh (ke neraka). (bait 12)
والنَّارُ يَصْلاها الشَّقيُّ بِحِكْمَةٍ # وكذا التَّقِيُّ إلى الجِنَانِ سَيَدْخُلُ
Artinya:
Neraka akan dimasuki oleh orang yang celaka, dengah hikmah. Demikan pula, surga-surga akan dimasuki oleh orang yang bertaqwa.
ولِكُلِّ حَيٍّ عاقـلٍ في قَبـرِهِ # عَمَلٌ يُقارِنُـهُ هنـاك وَيُسْـأَلُ
Artinya:
Dan setiap orang hidup, berakal di kuburnya, disana amal akan menemaninya dan akan ditanya.
هذا اعتقـادُ الشافِعيِّ ومالكٍ # وأبي حنيفـةَ ثم أحـمدَ ينْقـلُ
Artinya:
Inilah keyakinan yang dinukil dari As-Syafi’i, Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad
فإِنِ اتَّبَعْتَ سبيلَهُمْ فَمُوَفق # وإن ابْتَدَعْتَ فَما عَلَيْكَ مُعَـوَّل
Artinya:
Jika engkau mengikuti jalan mereka maka engkau seorang diberikan taufik, dan jika kamu berbuat bid’ah maka tidak ada penolong bagimu. (bait 16)
(***)











