Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Pengantar Mengakrabi Nahwu

MAJELISILMU.COM – Apa dan bagaimana itu Ilmu Nahwu Shorof? Kitab-kitab Nahwu-Shorof apa saja? Mengapa harus belajar Ilmu Nahwu Shorof? Apa resiko dan dampaknya jika tidak menguasai Ilmu Nahwu-Shorof? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab untuk menemukan titik temu penyemangat dalam belajar Ilmu Nahwu-Shorof.

Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu mengatakan:

 

تعلموا العربية فإنها من دينكم

 

Artinya:

“Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari Agama kalian.” [Iqtidha’ shirathal mustaqim 527-528 jilid I]

Sebagai salah satu ilmu pokok dalam bahasa Arab, Ilmu Nahwu tidak dapat diabaikan karena tanpanya, Bahasa Arab akan menjadi kacau-balau dan susunan kata serta kalimatnya akan tidak teratur. Karena itu, dalam mempelajari Bahasa Arab, Ilmu Nahwu penting untuk diketahui, dipelajari, dipahami dan dipraktekkan dalam berbahasa: berbicara dan menulis Arab.

Kalau Ilmu Nahwu berfokus pada bahasan tentang aturan akhir struktur kalimah (kata), apakah berbentuk rafa’, nashab, khafadh/jer atau jazem, maka demikian pula penting dan urgensinya Belajar Ilmu Sharaf yang fokus membahas tentang bentuk kalimah Arab dan hal ihwalnya dari mulai huruf asli, tambahan, shohih, sampai kepada illat-nya.

Diantara syarat menjadi seorang da’i dan ulama adalah harus memahami kaidah Bahasa Arab, yaitu Ilmu Nahwu Shorof, Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorof. Hukum mempelajari kedua ilmu ini bagi orang awam adalah fardu kifayah, sedangkan bagi seorang ustadz atau bagi yang hendak menyampaikan Dalil-dalil Al-Qur’an-Hadits, berfatwa, dan berceramah, wajib hukumnya mempelajari Ilmu Nahwu-Shorof tersebut.

Imam Syuyuthi mengatakan, “Bagaimana seseorang mau memahami Al-Qur’an dan Hadits dengan benar kalau tak paham Bahasa Arab. Salah satu perangkat dasar memahami Bahasa Arab adalah dengan Ilmu Nahwu Shorof serta I’lal”.

Jika ada seseorang yang tidak bisa membaca kitab kuning atau kitab gundul serta tidak memahami nahwu sharaf, dan ia mengaku dirinya seorang dai atau ustadz, bahkan ulama, maka seharusnya tidak dapat percaya. “Jangan ikuti mereka. Karena potensi ngawur dan menyesatkannya sangat tinggi.

Para ulama’ bersepakat atau melakukan ijma’ bahwa haram atau tidak boleh seseorang berbicara tafsir Al-Qur’an dan menjelaskan hadits, jika yang bersangkutan tidak memahami Ilmu Nahwu Shorof atau tidak memahami bahasa Arab dengan baik. Siapapun orangnya, dari latar belakang organisasi keagamaan apapun, jika tidak memahami kaidah Nahwu-Shorof, maka tidak berhak dan tidak layak menyampaikan dalil-dalil Al-Qur’an-Hadits.

Karena itu mari untuk selalu mengakrabkan diri, belajar dengan tekun Bahasa Arab beserta kaidah-kaidahnya. Bahasa Al-Qur’an dan Bahasa Hadits adalah Bahasa Arab yang harus dikuasai dan dipahami dengan benar kaidah-kaidah keilmuannya, dan kaidah yang paling azasi adalah Nahwu-Shorof.

Ilmu Nahwu-Shorof ini adalah ilmu alat untuk membahas dan mengkaji Al-Qur’an-Hadits. Jika lemah terhadap Ilmu Nahwu-Shorof, maka dapat dipastikan berpotensi berbicara Al-Qur’an dan Hadits mengikuti nafsu dan kebodohannya serta berpotensi menyesatkan.

Karena itu, sekali lagi, mari dengan tekun mengikuti majelis ilmu yang membahas tentang Ilmu Nahwu Shorof ini. Ikuti Pengajian Nahwu-Shorof dari berbagai ustadz atau kyai yang kompeten, kejar sanad keilmuan Kitab Nahwu-Shorof itu sendiri, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat mahir.

Ilmu Nahwu Shorof itu “An-Nahwu Abu al-Ilmi wa al-Shorof Ummuhu”, artinya: Ilmu Nahwu adalah bapaknya segala ilmu sedangkan ilmu sharaf adalah ibunya, menegaskan betapa vital dan urgensinya kedua ilmu ini dikuasai. (Lihat: Paket Kitab untuk Belajar Bahasa Arab dan Qira’atul Kutub)

Sebagai penyemangat dalam mengejar sanad keilmuan Kitab Nahwu-Shorof, berikut ini sehimpun catatan pembelajaran penulis, yang pernah terposting/terpublikasi di Media Blog Santri dan Blog Guru.

– Meraih Ijazah Sanad Mutun Ilmu Bahasa Arab – 1, Adapun sanad Kitab Nahwu-Shorof yang telah diperoleh ijazahnya tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kitab Matn Al-Ajurumiyah – الآجرومية , berisi kumpulan materi nahwu yang mencakup hampir keseluruh inti ilmu nahwu. Kitab Al-Ajurumiyah ini berisi 24 bab yang berisi materi seputar istilah penting ilmu nahwu seperti isim, fi’il dan huruf. (Download: الآجرومية )

2. Kitab Matn ‘Imrithi – العمريطي , merupakan salah satu kitab ringkas tentang rumus cara baca kitab kuning dengan mudah dan praktis.  Kitab Matn Imrithi ini ditulis oleh Syekh Syarafuddin Yahya al-Imrithi ini menjadi bahan ajar di berbagai pesantren dan madrasah untuk mengenalkan ilmu gramatika Arab. 

3. Kitab Matn Mutammimah Al-Ajurumiyah – متممة الآجرومية (Download:  متممة الآجرومية في علم العربية)

4. Kitab Matn Al-Muqaddimah Azhariyah – المقدمة الأزهرية (Download: الـمـقـدمـة الأزهـريـة في عـلـم الـعـربـيـة)

5. Kitab Matn Mulhatul I’rab; (Lihat: Penjelasan Singkat tentang Matan Mulhatul I’rob)

6. Kitab Matn Qatrunnada wa Bhallusada – قطر الندى وبل الصدى

7. Kitab Al-Mukhtasor fin Nahwu – المختصر في النحو

8. Kitab Nadzom al-Maqsud fi Shorof – نظم المقصود في فن الصرف  (Lihat: نظم المقصود , Lihat pula: Mengakrabi Nadhom Maqsud (Kaidah Tashrif)

– Meraih Ijazah Sanad Kitab Al-Ajurumiyah

– Meraih Ijazah Sanad Kitab Ajurumiyah, ‘Imrithi, dan Mutammimah Ajurumiyah

– Meraih Ijazah Sanad Kitab Matn Alfiah Ibnu Malik

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Nahwu-Shorof.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini