Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

MAJELISILMU.COM – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis menemukan nadzhom nahwu ini sebagai salah satu nadzhom yang terhimpun dalam Kitab Kumpulan Nadzhom “al-Majmu’at”.

Berbicara mengenai nadzhom nahwu, sebelumnya penulis hanya mengenal Kitab Matn al-Ajurumiyah, ‘Imrithi, Qawaidul I’rab, dan Alfiah Ibnu Malik. Ternyata diantara kitab Nahwu yang direkomendasikan oleh para ulama adalah kitab ini, “ad-Durratul Yatiimah fii ‘Ilmin Nahwi”.

Pengantar

Kitab Matn “ad-Durratul Yatiimah fii ‘Ilmin Nahwi” ini disebut-sebut sebagai Jurumiyyah-nya Madzhab Bashrah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kitab Matn Jurumiyyah yang ditulis Syekh Ibnu Ajurrum lebih condong kepada madzhab Kufah, sedang sejak lama madzhab
Bashrah belum ada kitab dasarnya. Setelah ada kitab “ad-Durratul Yatimah” ini barulah hal ini disebut sebagai Kitab Nahwu-nya Madzhab Basrah.

Kitab Matn ad-Durratul Yatiimah ini ditulis oleh Syekh Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan al-Hadhromi -rahimahullah. Beliau termasuk ulama mutaakhirin yang berasal dari Hadramaut, Yaman, wafat pada tahun 1354 H /1935 M dalam usia 95 tahun.

Penamaan “Ad-durroh” yang artinya mutiara, dan al-Yatimah yang berarti satu-satunya (tiada duanya) pada kitab matn nahwu ini karena didalamnya terhimpun beberapa keistimewaan, diantaranya:

  1. Berbentuk nadzhom. Dengan harapan lebih mudah dihapalkan daripada yang berbentuk natsr atau narasi. Apa bedanya nadzom dengan syi’ir? Keduanya sama-sama dibangun
    di atas irama dan akhiran (arudh waqowafi). Bedanya Nadzhom itu isinya ilmu pengetahuan seperti nadzom nahwu, shorof, fiqih, ushul, dan sebagainya. Sehingga tidak akan berdampak pada perasaan si pendengar. Tujuan dari nadzom ada menyusun, berasal dari syair bentuk dalam pengetahuan ilmu, sedangkan syi’ir adalah luapan perasaan, sehingga orang yang mendengarnya bisa menangis, marah, semangat, dan sebagainya.
  2. Sebagaimana kitab matan pada umumnya, kitab ini tentu isinya ringkas. Kitab ini tersusun dari 101 bait. Dari semua nadzhom Nahwu, kitab ini yang paling ringkas.
  3. Menggunakan mufradat yang mudah dipahami, bahkan sebagian besar baitnya tidak butuh penjelasan.
  4. Memberikan contoh-contoh kalimat yang mengandung hikmah.

Muqaddimah (Bait 1-5)

Muqaddimah ad-Durratul Yatimah. (foto: ist/*)
Muqaddimah ad-Durratul Yatimah. (foto: ist/*)

Terjemah:

  1. Aku memuji kepada siapa yang telah memuliakan kami dengan meneladani al-Mushtofa (Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wassalam) dan dengan bahasa Arab, Dia
    (Allah Ta’alaa) menolong kami (dalam memahami al-Qur’an dan as-Sunnah);
  2. Kemudian kepada makhluk Allah yang paling fasih (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan keluarganya sebaik-baik shalawat Allah.
  3. Wahai dia yang menghendaki/ menginginkan terbukanya pintu ilmu (al-Qur’an dan
    as-sunnah), dan yang menghendaki jalan termudah untuk memahaminya.
  4. Cintailah Nahwu/ condongkanlah hatimu kepada Nahwu maka engkau akan
    mendapati dengan Nahwu tersebut ilmu. Dengan Nahwu akan bisa menjelaskan
    ilmu-ilmu yang sulit dan yang samar.
  5. Ambillah dalam ilmu Nahwu ad-durratul yatimah. Aku berharap dia (kitab
    ad-durratul yatimah) diterima dengan baik dan berpahala.

(Bersambung)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Nahwu-Shorof.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini