Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Imam Malik dan Kitab Al-Muwatho’ yang Disepakati
MAJELISILMU.COM – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat meraih ijazah sanad awail kitab Al-Muwatha’ yang fenomenal karya imam besar, Imam Malik rahimahullah dari ustadzuna, Al-Ustadz Dhany al-Farisi, Abu Abdillah al-Batawy hafidzahullah, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).
Adapun sanad yang diturunkan ustadzuna, Al-Ustadz Dhany al-Farisi, Abu Abdillah al-Batawy hafidzahullah adalah awail dari Kitab Al-Muwatha’, sejumlah 6 sanad awail, yaitu Awail Kitab Al-Muwatta Malik (w. 179) yang diriwayatkan oleh Imam Al-Laythi, Al-Shaybani, Abu Musab Al-Zuhri, Al-Hadithani, Al-Qanabi, dan Ibnu Bukayr.
Apa dan bagaimana sebenarnya Kitab Al-Muwatha’ itu? Mengapa sedemikian penting ini kitab hadits dan fikih ini dipelajari dan dikaji secara mendalam. Ya, Imam Syafi’i sendiri sebelum diterima menjadi murid Imam Malik diharuskan menghafalkan dan memahami Kitab Al-Muwatha’ ini.
Kitab Al-Muwatha’ merupakan salah satu dari Kutubut Tis’ah, sembilan kitab hadits utama di kalangan Sunni, ditulis oleh Imam Malik, bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir Al-Ashbahi (w. 179 H). Beliau banyak tinggal di Madinah, merupakan ulama pendiri madzhab Maliki dan memiliki lebih dari 1000 murid, diantaranya Imam Syafi’i, pendiri Madzhab Syafi’i.
Selama kehidupannya, Imam Malik senantiasa memperbarui Kitab Muwaththa ini, sehingga benar-benar mencerminkan keilmuan beliau selama lebih dari 40 tahun, dengan kandungan lebih dari 1000 hadits.
Dinamai Kitabnya, “Al-Muwaththa” karena kitab ini menjadi pembicaraan umat muslim di jamannya, mudah dipahami dan dan diambil faidahnya. Imam Malik berkata: “Saya menunjukkan kitabku ini kepada 70 ahli fiqih Madinah. Semuanya menyepakatiku atasnya, maka saya menamainya “Al-Muwaththa” [Tanwir al-Hawalik hal 7, as-Suyuthi].
Kitab al-Muwaththa’ berisikan hadits – hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, perkataan (atsar) para sahabat, dan fatawa para tabi’in. (Sumber: Kitab Tanwir al-Hawalik hal 8, as-Suyuthi). Kedudukan Al-Muwaththa’ dalam ilmu hadis, tingkatnya di atas Shahih Bukhari-Muslim. bahkan Imam Syafi’i berkata, “Kitab yang paling shahih setelah al-Qur’an adalah Muwaththa’ Imam Malik.” [Sumber: Ulum al-Hadis hal.14, Ibnu ash-Shalah rahimahullah]
Imam Malik tidak menulis semua riwayat dari Nabi ﷺ, terdapat ulama lain yang mengumpulkan riwayat lainnya. Sehingga kitab ini terdiri dari Perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad ﷺ (juga dikenal sebagai sunnah), disebut hadits dan ditambahkan Pendapat dan keputusan resmi sahabat Nabi, penerus mereka, dan beberapa ulama kemudian.
Dalam menyusun kitab Muwatha’-nya, Imam Malik tidak memberikan nomor. Di kemudian hari beberapa pihak menambahkan nomor pada kitab al-Muwaththa’ untuk memudahkan perujukan hadits, sehingga dikenal beberapa penomoran berikut:
1. Penomoran al-Alamiyah (1594), diberikan oleh al-Alamiyah, penerbit program komputer Mausu’ah al-Hadis asy-Syarif (Ensiklopedia Hadis Syarif). Versi online ensiklopedia ini ada di situs al-islam.com.
2. Penomoran Al-Muwaththa’ Imam Malik (1836), diberikan oleh Muhammad Ridhwan Syarif Abdullah ketika mentakhrij dan mentahqiqnya, Penomoran ini banyak digunakan dalam penulisan kitab, buku, dan artikel keislaman.
3. Penomoran Aisha Abdarahman at-Tarjumana dan Yaqub Johnson, menurut penomoran pada Translation of Malik’s Muwatta, terjemah Muwaththa Malik dalam Bahasa Inggris oleh Aisha Abdarahman at-Tarjumana dan Yaqub Johnson. Penomoran ini berturut-turut menyebutkan nomor kitab, bab, dan hadis (book, section and hadith).
Lihat pula: Mengakrabi Imam Malik dan Kitab Al-Muwatha’
Jumlah Hadits Al-Muwatha’ dan Syarahnya
Jumlah hadits dalam Kitab al-Muwaththa’ Imam Malik ini dipilih dan dipilah lebih dari 100.000 hadits yang pernah diriwayatkan. [Sumber: Tanwir al-Hawalik hal 8, as-Suyuthi rahimahullah].
Menurut riwayat Yahyah bin Yahyah al-Andalusi, hadits yang ada di dalamnya adalah 853 hadits. Akan tetapi Imam Abu Bakar al-Abhari berkata: “Jumlah hadis Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, atsar sahabat dan fatawa tabi’in yang ada dalam kitab al-Muwaththa’ adalah 1720 hadis, yang bersanad sebanyak 600, mursal 222, mauquf 613 dan fatawa tabi’in 285.” [Sumber: Tajrid at-Tamhid hal 258 dan Tanwir al-Hawarik hal 8]
Jumlah hadits dalam kitab al-Muwaththa’ Imam Malik ini terkadang berbeda-beda dikarenakan perbedaan yang meriwayatkan dari Imam Malik, dimana Imam Malik selalu membersihkan dan memperbaiki kitab al-Muwaththa’ nya ini, karena dia tetap menulis dan memperbaikinya selama 40 (empat puluh) tahun. [Sumber: Tanwir al-Hawalik hal 8]
Diantara kitab Syarah (Penjelas) Kitab al-Muwaththa’ yang paling penting adalah:
1. Kitab Al-Istidzkar fi Syarhi Madzahibi Ulama’ al-Amshar, Imam Ibnu Abdil Baar (w.463 H);
2. Kitab At-Tamhid lima fi al-Muwaththa’ min al-Ma’ani wa al-Asanid, Imam Ibnu Abdil Baar (w.463 H);
3. Kitab Awjāz-ul-Masālik ilá Muwattā’ Imām Mālik, ditulis oleh ulama Deobandi, Shaik ul Hadith Maulana Zakariyya al Khandalawi.
Lihat pula: Meraih Ijazah sanad Kitab Al-Muwatho’ Imam Malik
Penutup
Demikianlah sedikit catatan terkait Sanad Awail Kitab al-Muwatha’ Imam Malik dan tentang Kitab al-Muwatha’ itu sendiri. Semoga al-faqir diberikan pemahaman saat mengakrabi Kitab al-Muwatha’ Imam Malik rahimahullah. Barakallahu fiikum. (*)
Referensi:
Muhammad Zubayr Siddiqi (Muḥammad Zubayr Ṣiddīqī; Muhammad Zubayr al-Siddiqi; Muḥammad Zubayr al-Ṣiddīqī; محمد زبير الصديقي; محمد زبير صديقي; محمد زبیر صدیقی) (2012). The Hadith for Beginners: An Introduction to Major Hadith Works and Their Compilers (Dr Muhammad Zubayr Siddiqi). New Delhi: Goodword Books. ISBN 978-81-87570-16-5.
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulawesi Selatan.












