Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
MAJELISILMU.COM – Sudah kenal Kitab Syarhus Sunnah? Pernah membacanya atau mengikuti majelis yang mengkaji kitab Syarhus Sunnah? Atau bahkan sudah ada diantara pembaca sekalian yang sudah mendapatkan sanad kitab ini?
Ya, Kitab ini cukup populer diantara banyak kitab ulama madzhab syafi’i lainnya. Syarhus Sunnah secara harfiyah berarti penjelasan ‘Aqidah. Aqidah disebut Sunnah (periwayatan), karena dibangun di atas dalil bukan akal, dan rujukan utamanya adalah hadits shahih bukan akal dan filsafat.
Kitab Syarhus Sunnah karya Al-Muzani ini menjadi besar martabatnya karena kedudukan penulisnya, di mana beliau adalah satu dari 3 murid utama Imam Asy-Syafi’i (Al-Robi bin Sulaiman, Al-Muzani, Al-Buwaithi), dan pemilik kitab Mukhtashor Al-Muzani (kitab fiqih pertama dan utama dalam madzhab As-Syafi’i).
Dalam menyusun kitab ini, Imam al-Muzani menghabiskan usianya selama 20 tahun: “Aku menyusun kitab ini selama 20 tahun. Aku mengoreksinya sebanyak 3 kali dan aku ubah isinya. Setiap kali aku ingin menyusunnya, kuawali dengan puasa 3 hari dan shalat sekian rakaat.” (Sumber: Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/349, Al-Baihaqi)
Di antara kegigihan Imam Al-Muzani dalam mengkaji adalah ucapannya: “Aku membaca kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafi’i sebanyak 500 kali khatam. Setiap kali kuulang lagi, aku mendapatkan fadhilah baru yang belum kudapatkan sebelumnya.” Beliau rahimahullah juga berkata: “Aku mengkaji kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafi’i semenjak 50 tahun.”(Sumber: Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/236, Al-Baihaqi)
Tentang ibadahnya, Yusuf bin Abdul Ahad Al-Qumi berkata: “Aku pernah menemani Imam Al-Muzani pada malam yang sangat dingin sementara matanya sedang sakit. Dia sering memperbaharui wudhu lalu berdo’a. Ketika ia mulai mengantuk, ia berdiri untuk memperbaharui wudhu lagi, dan beliau melakukan itu sebanyak 17 kali.” (Sumber: Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/340, Al-Baihaqi)
Imam Adz-Dzahabi memujinya sebagai “imam (pemimpin ulama), ‘allāmah (memiliki murid-murid yang menjadi ulama), faqih, simbol kezuhudan.” (Sumber: Siyar Alāmin Nubalā, 12/217, Adz-Dzahabi)
Di antara murid Imam al-Muzani yang terkenal adalah Imam Ibnu Khuzaimah penyusun Shohih Ibnu Khuzaimah dan Kitabut Tauhid, Ibnu Abi Hatim Ar-Rozi penyusun kitab pertama dalam Jarh wa Ta’dil, dan Abu Ja’far Ath-Thohawi, keponakannya, penyusun Aqidah Thohawiyah.
Kitab ini mendapat perhatian oleh para ahli ilmu dengan dihafal, diterjemahkan, dan disyarah (dijabarkan). Di antara ulama yang mensyarahnya adalah Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dan Dr. Kholid bin Mahmud Al-Juhani.
Demikian catatan singkat tentang Imam al-Muzani dan Kitab Syahrus Sunnah. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel












