Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

MAJELISILMU.COM – Siapa yang tak kenal Imam al-Ghazali dengan karya monumentalnya, “Kitab Ihya Ulumuddin”. Nah pembaca sekalian, kitab Mukhtasor Minhajul Qashidin ini adalah Ringkasan dari Kitab Ihya ‘Ulumuddin Imam al-Ghazali karya Imam Ahmad Ibnu Qudamah al-Maqdisi (wafat 689 H).

Tentang Kitab Ihya` Ulumuddin Imam al-Ghazali tentu sudah masyhur di kalangan umat Islam, sebagai sebuah kitab yang membahas Ibadah, Adat, dan Sesuatu yang merusak dan menyelamatkan, namun karena sejumlah masalah mengandung kritik di dalamnya, Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah meringkasnya menjadi Minhaj al-Qashidin, lalu disaripatikan lagi oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi menjadi Mukhtashar Minhaj al-Qashidin.

Di awal, buku ini mengingatkan pentingnya berilmu bagi setiap Muslim, dan bahwa ilmu itu ada yang terpuji tapi ada juga yang tercela; berikut tentang penyakit-penyakit ilmu, karakteristik ulama, dan batasan ilmu akhirat.

Buku ini terdiri dari empat bagian, yaitu:

Pertama, tentang Ibadah. Ini adalah tujuan manusia diciptakan. Dan buku ini fokus menjabarkan hikmah, rahasia, dan keajaiban ibadah kepada Allah yang bersifat batiniyah. Nilai lebih dalam buku ini adalah, ulasan menyentuh tentang keagungan tersembunyi di balik setiap ibadah yang kita lakukan, sehingga menumbuhkan keyakinan bahwa ibadah-ibadah tersebut memang disyariatkan oleh Tuhan semesta.

Kedua, tentang Adat. Yang berisi Adab-adab dalam menghadapi kehidupan dunia, agar kita tidak diperbudak oleh dunia, dan agar mampu menundukkannya sehingga menjadi bekal menuju akhirat, dan bukan menjadi tujuan. Mencakup adab-adab lahir dan batin, makan dan minum, berkeluarga, mencari rizki, interaksi sosial, dan bagaimana menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Ketiga, tentang Apa-apa yang membinasakan. Yang intensif menyingkap hal-hal negatif pada diri manusia yang bisa membinasakan, agar kita semua waspada. Di antara yang membinasakan itu adalah akhlak-akhlak yang buruk; yang zahir seperti akhlak buruk lisan, dusta, ghibah, namimah, berkata keji dan kotor, gaduh dan berteriak-teriak; lalu akhlak buruk hati, seperti: Hasad, syahwat, amarah, cinta pujian, cinta dunia, cinta kedudukan, sombong dan angkuh, tinggi hati, dan lainnya. Semuanya diuraikan dengan sangat bagus di sini, dan lengkap dengan terapi dan cara-cara merubahnya menjadi positif, sehingga orang yang membaca buku ini, bisa memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.

Keempat, tentang Apa-apa yang menyelamatkan. Yaitu bertaubat dari segala dosa dan maksiat, kemudian memupuk sifat sabar, pandai bersyukur, penuh pengharapan, takut akan hukuman Allah, wara’, zuhud, dan lebih memilih hidup sederhana. Dan buku ini ditutup dengan masalah paling penting yaitu, bagaimana menempa diri agar bertauhid secara benar, yang mencakup: Cinta, berharap dan takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian sedikit catatan tentang kitab “Mukhtasor Minhajul Qashidin” (Download PDF: Terjemah Minhajul Qashidin). Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini