Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
MAJELISILMU.COM – Kitab Adabul Mufrad merupakan kitab adab (etika) paling populer sepanjang sejarah. Kepopuleran kitab ini bukan saja karena disusun oleh Imam Bukhari sebagai perawi hadis termasyhur, tetapi karena kandungan kitab ini menjadi yang terlengkap membahas seputar adab seorang muslim.
Kata “Shahih” pada awal judul menjadi penguat bahwa hadis yang dimuat dalam 100 bab kitab ini telah diteliti keshahihannya. Adalah Syaikh Nashiruddin al-Albani, seorang kritikus hadits abad ini yang telah men-takhrij kitab ini. Beliau memang memiliki spesialisasi dalam hal meneliti kitab kitab-kitab klasik. Bukan tanpa tujuan, melainkan supaya kaum muslimin dapat memegang sunnah atau hadits yang shahih.
Kitab Shahih Adabul Mufrad berisi hadits nabi (1322 hadits) dan atsar para sahabat terkait Adab-adab selayaknya seorang muslim dalam menunaikan ibadah, muamalah (interaksi sosial), baik ketika di rumah dan di perjalanan, sedang bersama orang lain atau sendirian, saat bergerak dan berdiam diri, ketika terjaga dan tidur, sedang makan dan minum, bahkan ketika berbicara dan diam.
Kitab Shahih Adabul Mufrad ini sangat tepat dijadikan pegangan bagi ustadz/ustadzah, da’i, penceramah, dan masyarakat muslim secara umum. Membaca kitab ini, dengan terjemahnya, dapat membuat seorang muslim mengontrol diri agar setiap gerak langkah kehidupan kita sesuai dengan syari’at dan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Diantara kelebihan kitab ini adalah derajat hadits-haditsnya shahih dan telah dikoreksi. Jika seorang muslim mau mempelajari adab dan akhlak yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka hal itu telah cukup baginya untuk menyempurnakan keimanan dan keshalehannya dengan mempelajari Kitab Shahih Adabul Mufrad. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh majelisilmu.com












