Oleh: Ustadz Abu Sa’id Neno Triyono

Related Post: Hukum Tajwid dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah

MAJELISILMU.COM – Apa itu Lahn dalam Ilmu Tajwid? Lahn adalah suatu kesalahan atau kecondongan dari kebenaran, yang kesalahan itu dibagi menjadi dua.

1. Jali (besar) yaitu kesalahan yang terdapat dalam lafazh yang mempengaruhi tata cara bacaan baik itu berubah arti atau tidak berubah. Dinamakan kesalahan besar karena kesalahan ini diketahui oleh ulama qiro’ah atau orang awam, seperti:

a. Perubahan huruf dengan huruf

b. Perubahan harakat dengan harakat

c. Penambahan huruf

d. Penghilangan tasydid

e. Penambahan tasydid

f. Penghilangan bacaan panjang

(Dalam bukunya disebutkan contoh-contohnya).

Kesalahan-kesalahan diatas hukumnya haram. Ulama telah sepakat tentang keharamannya dan pelakunya berdosa.

2. Khofi (kecil) yaitu kesalahan yang berkaitan tidak sempurnanya dalam pengucapan bacaan yang kesalahan seperti ini tidak diketahui kecuali oleh orang yang ahli dalam bidang seperti ini:

a. Tidak sempurna dalam mengucapkan dlommah

b. Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh

c. Tidak sempurna dalam pengucapan fathah

d. Menambah qalqalah yang seharusnya tidak berqalqalah

e. Mengurangi bacaan ghunnah

f. Terlalu memanjangkan bacaan panjang

g. Terlalu menggerakkan ro’

(Dalam bukunya disebutkan contoh-contohnya).

Hukum kesalahan ini yang rajih adalah dilarang pula.

Lahn dalam membaca Al Fatihah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

 

Artinya:

“Tidak ada sholat bagi seorang yang tidak membaca Al Fatihah.” (HR. Ubadah bin Shomit / Bukhari dan Muslim).

Menurut jumhur ahlu ilmi Al Fatihah merupakan rukun sholat. Adapun kesalahan dalam Al Fatihah telah berkata Imam an Nawawi dalam kitab Syarh Shohih Muslim:

“Jika terjadi kesalahan dalam Al Fatihah yang merubah makna seperti mendlommahkan atau mengkasrohkan kalimat “أَنْعَمْتَ” atau mengkasrohkan kaf pada kalimat “إِيَّاكَ” maka sholatnya tidak sah. Namun bila tidak merubah makna seperti membaca fathah ba pada lafazh “الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ” dan sebagainya maka dimakruhkan hal ini dan tidak batal sholatnya”. (Dinukil dari buku panduan praktis tajwid karya Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, hal. 39-41 & 156-157).

Al-Ustadz hafizhahullah dalam bukunya tersebut menyebutkan 250 kesalahan membaca Al Fatihah baik yang sifatnya lahn jalli maupun yang khofi, silakan langsung merujuknya kesana.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini