Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Nadzhom Ilmiyyah Ad-Durroh al-Yatimah dan Terjemahnya (2)
MAJELISILMU.COM – Pada bagian ketiga tulisan ini, mengkhususkan pada isi kitab nadzhom “Ad-Durratul Yatimah”, bait 11-16 yang mana membahas tentang Pembagian I’rab. Apa itu I’rab?
I’rab adalah perubahan akhir kata, nampak atau tidak nampak, karena
adanya amil. Kekhususan ilmu tentang I’rab ini adalah ciri khas bahasa Arab yang tidak dimiliki bahasa lain. Jika seseorang merasa kesulitan dalam bahasa Arab maka pasti yang dimaksud adalah i’rab.
Jika orang Arab unggul dari kita dalam hal istima’ dan kalam, maka dalam hal i’rab kita setara dengan mereka, dalam artian sama-sama harus belajar terlebih dahulu. Karena i’rab tidak bisa dipahami tanpa proses belajar yang lama dan konsisten sejak awal.
Berikut ini bait 11-16 tentang Pembagian I’rab dalam Kitab Ad-Durroh al-Yatimah dan terjemahnya:

Terjemahnya:
11. Pembagian I’rab: Rafa’ (Nominatif), dan Nasab (Akusatif), dan daripadanya Kata Benda (isim) dan Kata Kerja (fi’il), kemudian Jar Lasim (genitif Imperatif);
12. Spesifikasinya adalah kata benda (isim) dan partikel yang unik (jazm), memiliki bentuk kata sekarang dan deklinasi (I’rab)
13. Dihargai dalam bentuk {pelayanku} dan {pemuda} [13] dan tanpa kasus akusatif, setiap kemunduran yang datang.
14. Seperti {Dengarkan saudaraku, kepada penelepon walimu yang kaya} [14] dan nilailah sebuah nama yang menyerupai huruf dengan huruf Banna.
15. Dan dalam “dia memanggil” dan “dia melempar” dan “dia melihat” [15] sehingga kasus nominatif dengan akusatif terakhir ditetapkan.
16. Dan tunjukkan bahwa dua huruf pertama menggunakan kasus akusatif, dan hapus [16] huruf terakhir masing-masing dengan cara yang adil: sebagai {untuk mengikuti}
(Bersambung)
(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Nahwu-Shorof.










