Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengenal Syekh Zarnuji dan Kitab Ta’lim al-Muta’allim
MAJELISILMU.COM – Siapa yang tak kenal Kitab Ta’lim Muta’allim? Kitab karya Imam az-Zarnuji ini berisikan adab para penuntut ilmu, dan bisa dihafalkan dalam bentuk nadzom (syair), yang rangkumannya terdapat dalam Kitab Alala.
Kitab Alala Tanalul Ilma ini boleh dibilang kitab pembangkit semangat belajar bagi para penuntut ilmu, didalamnya berisi 37 syair berbahasa Arab tentang kiat-kiat sukses belajar, memilih teman, keutamaan ahli ilmu, dan dorongan untuk belajar.
Himpunan syair dalam Nadzom Alala Tanalul Ilma bersumber dari kitab Ta’limul Muta’alilm karya Imam Az Zarnuji, suatu kitab yang di pondok pesantren menjadi rujukan adab para santri dan pelajar muslim.
Jika menyimak keseluruhan Nadzom Alala Tanalul Ilma ini, nampaknya ditujukan bagi santri pemula atau pelajar tingkat dasar. Boleh dikata Kitab Alala adalah pendahuluan sebelum mengaji kitab Ta’limul Muta’allim.
Kitab Alala cukup tipis, hanya terdiri dari 8 halaman dengan sampul. Lebih dari itu, di bawah nadzom berbahasa Arab juga disertakan terjemah berbahasa Jawa dengan menggunakan huruf Arab Pegon untuk memudahkan dipahami.
Kandungan Nadzom Alala sangat besar manfaatnya untuk memberikan pondasi adab atau tata karma kepada santri dan pelajar muslim, bisa untuk membangkitkan semangat juang dalam menuntut ilmu.
Dalam bentuk nadzom, kitab Alala disertai terjemah ini membuatnya lebih mudah dihafalkan, atau dengan cara didendangkan bersama–dalam bahasa santri di Jawa, disebut lalaran–bisa menjadi “keseruan’ tersendiri jika santri menghafalnya demikian. Penulis secara khusus merekomendasikan Kitab “Alala …” yang diterbitkan secara khusus oleh Pondok Pesantren Agung Lirboyo Kediri ataupun oleh penerbit lain.
Lihat pula: Mukaddimah Ta’lim Muta’allim
Nama Alala sendiri diambil dari awal bunyi syair pertama berbunyi “Alala tanalul ilma ….” sehingga di kalangan para santri kitab ini populer dengan sebutan “syi’iran Alala.” Lengkapnya syair tersebut berbunyi:
الا لا تنال العلم الا بستة # سأنبيك عن مجموعها ببيان
“Ilinga dha’ hasil ilmu anging nem perkara # bakal tak critakake kumpule kanthi pertelo”
ذكاء وحرص واصطبار وبلغة # وارشاد استاذ وطول زمان
“rupane limpat, lubo, ana sanguine # lan piwulange guru lan sing suwe mangsane”
Kedua bait nadzom tersebut berisi tentang 6 Tips pelajar bisa menggapai ilmu, yaitu: cerdas (limpat), semangat belajar atau keingintahuan yang besar (lubo), sabar (pantang menyerah, ulet), memiliki bekal biaya, mendapat bimbingan guru dan tahan belajar dalam waktu yang lama, tidak instan.
Bait 3 dan 4 berbicara tentang pertemanan. Dimana teman memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan karakter seorang santri atau pelajar. Karena itu teman yang buruk perangainya hendaknya dijauhi. Sebaliknya, santri dianjurkan untuk memilih berteman yang memiliki karakter yang baik.
bait 5-13 berisi tentang dorongan mencari ilmu, keutamaan belajar fikih dan orang berilmu (faqih), dan bahaya orang alim yang tidak bermanfaat ilmunya serta orang bodoh tetapi semangat beribadah.
Demikian sekilas isi kitab syi’iran kitab Alala Tanalul Ilma ini, kitab yang cukup populer diajarkan kepada santri dan pelajar muslim terkait adab dan tata krama dalam menuntut ilmu, begitu pula adab terhadap guru/ustadz (murabbir ruh).
Jika tak menguasai dan tak memahami kandungan kitab alala ini, begitu pula sumber pengambilannya, Ta’lim Muta’allim, maka jangan menyebut diri santri atau pelajar muslim. Mengapa demikian? Ya, karena dalam menuntut ilmu, adab dulu baru ilmu. Tak ada gunanya ilmu jika tak ada adab menyertainya.
Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.









