MAJELISILMU.COM – Tajwid (تَجْوِيْدٌ ) merupakan bentuk masdar, berakar dari fiil madhi (َجَوَّد) yang berarti “membaguskan“. Muhammad Mahmud dalam Hidayatul mustafiq memberikan batasan arti tajwid dengan ( الاِتْيَانُ بِالْجَيِّدِ ) yang berarti ‘’memberikan dengan baik”.

Sedangkan menurut arti istilahnya : “_Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui bagaimana cara melafal kan huruf yang benar dan di benarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya, misalnya Tarqiq, Tafhim dan selain keduanya.’’

Menurut Muhammad Mahmud, hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardu kifayah (wajib representatif), yaitu kewajiban yang boleh diwakilkan oleh sebagian orang muslim saja, *namun praktik pengamalannya fardu ain (wajib personal), yaitu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh pembaca Al Quran.

Dilihat dari hukum tersebut, ilmu tajwid dapat di klasifikasikan sebagai ilmu alat yang dapat membantu perbaikan membaca Al – Quran, sehinga jika ilmu alat sudah dikuasai, mengharuskan adanya praktik, sampai alat itu benar-benar berfungsi sebagai penunjang yang dituju.

Allah berfirman: “Dan bacalah Al-Quran itu dengan bacaan yang tertil ” ( QS : Al-muzammil :4 ) Para ulama mengklasifikasikan tempo bacaan Al-Qur’an atau yang biasanya diistilahkan dengan istilah maratibul qira’ah/ Tilawah menjadi tiga tingkatan: yaitu tahqiq, tadwir dan hadr.

Imam Ibnul Jazary rahimahullah berkata dalam kitabnya Thayyibatun Naysr fi Qiro’atil ‘Asyr. Berikut adalah perincian dari tingkatan atau tempo dalam membaca Al-Qur’an:

1. Tahqiq (Lambat)

Tingkatan bacaan Al-Qur’an yang pertama adalah tahqiq. Jika dilihat dari pengertian etimologi (bahasa) tahqiq adalah tarqiq dan ta-kid yang berarti teliti dan menguatkan. Namun jika dilihat dari sisi terminologi (istilah), tahqiq menurut para ahli qira’ah adalah:

وهو القراءة بتؤدة واطمئنان مع المبالغة في الإتيان

بالشيء على حقه غير زيادة ولا نقصان، وهو يصلح في مقيمل

Artinya:

“Membaca dengan lambat dan tenang dengan memberikan haknya secara totalitas tanpa ada tambahan ataupun pengurangan. Tingkatan ini cocok digunakan dalam proses ta’lim (belajar-mengajar)”.

2. Tadwir (Sedang)

Tingkatan bacaan Al-Qur’an yang kedua adalah tadwir. Menurut pengertian bahasa. tadwir adalah menjadikan sesuatu dengan bentuk melingkar. Adapun menurut istilah para ulama tajwid yang dimaksud dengan tadwir adalah:

توسط القراءة بين التحقيق والحدر

Artinya:

“Bacaan yang sedang yaitu antara tahqiq (perlahan) dan hadr (cepat)“

3.  Hadr (Cepat)

Tingkatan bacaan Al-Qur’an berikutnya adalah hadr. Menurut pengertian bahasa. hadr adalah as-sur’ah (cepat), adapun menurut istilah para ulama tajwid yang dimaksud dengan hadr adalah:

“Membaca cepat dengan tetap menjaga dan memperhatikan kaidah-kaidah tajwid dengan sangat hati-hati, dan ketika seorang qari’ berhati-hati dari memotong huruf gila, menghilangkan suara ghunnah, atau ikhtilas (membaca sebagian) harakat”. 

Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini