Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: 10 Kaidah Pemurnian Tauhid

MAJELISILMU.COM – Setiap muslim disyariatkan untuk membaca istiadzah dan basmalah setiap mau melakukan sesuatu, dan terkhusus saat hendak membaca Al-Qur’anul Karim.

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 

Disyariatkannya membaca isti’adzah setiap kali seorang muslim hendak membaca Al-Qur’an sebagai wujud memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan. Makna isti’adzah adalah “berlindung dan meminta perlindungan kepada Allah agar dilindungi dari gangguan setan yang terkutuk.”

Alasan disyariatkan membaca isti’adzah setiap kali membaca Al-Qur’an adalah karena setan sangat ingin memalingkan seorang hamba dari kitab yang agung ini. Setan akan berusaha menghalanginya dari hidayah, makna dan efek dari Al-Qur’an.

Inilah alasan mengapa seorang hamba disyariatkan untuk berlindung kepada Allah dari gangguan setan, agar hamba tersebut dilindungi dari was-was dan bisikan setan saat membaca Al-Qur’an. Karena Allah senantiasa menjaganya.

Asy Syaithani (الشيطان) artinya adalah makhluk yang sombong, suka memberontak, sesat dan menyesatkan hamba-hamba Allah, atau suka menghalangi mereka dari ketaatan kepada Allah.

Ar Rajim (الرجيم) artinya diusir, dijauhkan dan terkutuk. Makhluk yang dijauhkan dari rahmat Allah. Karena setan jauh dari rahmat Allah, maka ia pun ingin menjauhkan semua hamba dari Allah. Maka, Allah memerintahkan hamba untuk berlindung kepada-Nya dari gangguan setan yang sombong dan durhaka itu. Sebab, setan selalu berusaha menjauh kan manusia dari ketaatan, ibadah dan dari mendapatkan rahmat-Nya.

Wallahu alam bish-shawab.

 

Referensi: Tafsir Surah Al Fatihah dalam Syarh ad Durûs al Muhimmah Li’ammatil Ummah, Ditulis oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz dan disyarh oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq al Badr.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini