Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
MAJELISILMU.COM – Bagi pembelajar ‘Ulumul Qur’an, khususnya Ilmu Tajwid, penulis kita tak ada satupun yang tak mengenal ulama satu ini, yaitu Syekh Sulaiman al-Jamzury, penulis kitab Manzhumah Tuhfatul Athfal, yakni matan yang mempelajari tentang ilmu tajwid.
Nama lengkap pengarang Kitab Matn “Tuhfatul Athfal” adalah Syaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad bin Syalabiy Al-Jamzuriy Al Mishriy Asy Syafi’i. Dinamakan dengan Al-Jamzuriy karena dinisbatkan kepada daerah Jamzur yaitu daerah yang dekat dengan Thondata dan saat ini dinamakan dengan Thonto yang masih masuk wilayah distrik Manufiyah di Mesir.
Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy adalah seorang ulama bermadzhab Syafi’iy, hidup sekitar Abad XII Hijriyah, dilahirkan dalam Bulan Rabi’ul Awwal Tahun 1160 Hijriyyah.
Diantara Guru-guru Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy yang terkenal antara lain :
1. Syaikh Nuruddin Aliy Bin Umar bin Hamad bin Umar bin Naji bin Fanisy yang terkenal dengan nama Al-Mihiy. Syaikh Nuruddin dinisbatkan kepada daerah Mihiy yang wilayah ini masih masuk dalam wilayah negara Mesir. Syaikh Nuruddin Al-Mihiy dilahirkan sekitar tahun 1139 Hijriyyah dan wafat pada tahun 1204 Hijriyyah.
2. Syaikh Mujahid Al-Ahmadi yang dikenal dengan panggilan “Sayyidi Mujahid”. Syaikh Mujahid Al-Ahmadiy termasuk seorang ulama pada kurun abad ke 12 Hijriyyah. Syaikh Mujahid Al-Ahmadiy beliaulah yang memberikan gelar Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy dengan gelar “Al-Afandiy” yang berasal dari bahasa Turki untuk menunjukkan penghormatan kepada Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy.
Karangan kitab karya Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy yang terkenal diantaranya:
1. Nazhom (syair) Matan Tuhfatul Athfal yang merupakan syair yang berkaitan dengan ilmu Tajwid;
2. Fathul Aqfal Bisyarhi Tuhfatul Athfal;
3. Manzumah Fi Riwayah Imam Warsiy;
4. Fathu Rahman Bisyarhi Kanzul Ma’aniy fi Qiraatiy Sab’iy;
5. Jami’ul Musarroh Fi Syawahid Asy Syatibiyyah wa Durroh
Tidak diketahui secara pasti kapan wafatnya Syaikh Sulaiman Al-Jamzuriy, tetapi disebutkan bahwa kitab yang beliau susun terakhir kali yaitu kitab Fathu Rahman Bisyarhi Kanzul Ma’aniy fi Qiraatiy Sab’iy yaitu pada tahun 1208 H.
Dalam Muqaddimah Matn Tuhfatul Athfal, Syaikh Sulaiman al-Jamzury menulis:
١﴾. يَقُولُ رَاجِي رَحْمَةِ الْغَفُورِ ۞ دَوْمًا سُلَيْمَانُ هُوَ الْجَمْزُورِي
Berkata orang yang selalu mengharap rahmat sang Maha Pengampun, yaitu Sulaiman Al Jamzuriy
٢﴾. الْـحَمْـدُ للهِ مُصَلِّيًا عَلَى ۞ مُحَمَّدٍ وَآلهِ وَمَنْ تَلَا
Segala puji bagi Allah, dan Shalawat atas nabi Muhammad dan keluarganya serta para pengikutnya
٣﴾. وَبَعْدُ هَذَا النَّظْمُ لِلْمُرِيدِ ۞ فِي النُّونِ وَالتَّنْوِينِ وَالْـمُـدُودِ
Dan setelah itu, nazhom (syair) ini bertujuan membahas masalah nun, tanwin, dan mad-mad
٤﴾. سَمَّيْتُهُ بِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ ۞ عَنْ شَيْخِنَا الْـمِيهِىِّ ذِي الْكَمَالِ
Aku memberi nama “Tuhfatul Athfal”, dari guru kami, Al Mihiy yang mempunyai kesempurnaan ilmu.
٥﴾. أَرْجُو بِهِ أَنْ يَنفَعَ الطُّلَّابَا ۞ وَالْأَجْرَ وَالْقَبُولَ وَالثَّوَابَا
Aku berharap kitab ini memberi manfaat kepada para pencari ilmu, dan mendapat ganjaran, diterima, dan pahala.
Berkata Syaikh Sulaiman al Jamzuriy orang yang selalu mengharapkan Rahmat dari al Ghofur yaitu Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang senantiasa mengampuni dan menerima taubat para hambaNya. Semoga Sholawat dan salam selalu tercurahkan atas nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya dan siapa yang mengikutinya.
Maka untaian syair yang tersusun ini dibuat untuk siapa saja yang ingin mengetahui pembahasan ilmu tajwid yang berkaitan hukum nun (sukun), tanwin dan mad mad serta beberapa hukum-hukum tajwid penting lainnya.
Syaikh Sulaiman al Jamzuriy menamakan untaian bait syair ini dengan nama “tuhfatul athfal”. Kata tuhfah sendiri artinya adalah “hadiah” atau “sesuatu yang berharga” dan yang dimaksud dengan “athfal” adalah bentuk jamak dari kata “thiflun” yaitu anak-anak yang belum baligh ataupun orang orang yang masih pemula dalam mempelajari ilmu tajwid walau berapapun usia mereka.
Syaikh Sulaiman al Jamzuriy memperdalam ilmu tajwid dari guru beliau yaitu Syaikh Nuruddin al Mihiy yang nama guru beliau juga disebutkan dalam Muqaddiman Matn “tuhfatul athfal” ini. Disebukan Syaikh Sulaiman al Jamzuriy bahwa guru beliau Syaikh Nuruddin al Mihiy memiliki keutamaan dan keluasan ilmu dalam bidang Ilmu Tajwid.
Adapun sebagian ulama mengartikan kata “dzilkamal” yaitu seseorang yang memiliki keindahan dalam kepribadian dan akhlak yang baik. Pada bait ke 5 Syaikh Sulaiman al Jamzuriy berharap untaian syair Matn “Tuhfatul athfal” ini bisa memberikan manfaat terhadap para penuntut ilmu baik itu yang masih pemula maupun yang sudah menguasai ilmu tajwid.
Sebagaimana Syaikh Sulaiman al Jamzuriy juga berharap dengan untaian syair Matn “Tuhfatul Athfal” ini beliau juga mendapatkan ganjaran pahala dan usaha beliau diterima sebagai bentuk amal sholih yang diterima disisi Allah ﷻ. Semoga Allah Ta’ala merahmati, dan mengampuni beliau dan menempatkannya di surga Nya. Âmîn. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pemegang Sanad Kitab Matn Tuhfatul Athfal (Riwayah dan Dirayah), selain kitab Matn Ilmu Tajwid lainnya, seperti Kitab Matn Hidayatus Sibyan, al-Muqaddimah al-Jazariyah, Salsabil asy-Syafi’i, Qasidah al-Khaqani, Mandzumah Mufid fit Tajwid, Qasidah al-Wadihah fi Tajwidi Suratul Fatihah, dan Nuniyah as-Sakhawiy.












